Saat Setiap Hela Napas Menjadi hal yang Terindah

April 7 tahun lalu, tersentak hati membaca email di satu milis yang saya ikuti. Seorang ibu muda, meminta dukungan doa dan saran untuk sakit yang diderita putra kecilnya. Ajunk, 2 tahun 4 bulan, putra kecilnya, dari hasil scan kepala diketahui menderita tumor. Akibatnya cairan di otak tidak terdistribusikan dengan baik. Cairan otak menumpuk 40% lebih banyak dari kapasitas normal.  Kondisi Ajunk drop, muntah hebat dan kesadaran berkurang.
Dokter spesialis bedah syaraf sudah melakukan tindakan tahap pertama, memasang selang dari kepala untuk mengalirkan cairan ke tubuh. Sesudah nanti kondisinya stabil, cairan kembali terdistribusikan dengan normal akan dilakukan operasi tahap kedua
Selanjutnya

Tips Manajemen Waktu Ibu Bekerja

Seorang ibu yang bekerja di luar rumah tetaplah ibu bagi anak-anaknya dan mengatur rumah tangga sepenuhnya. Seakan dipaksa mempunyai dua fungsi.
Yach..memang begitu adanya bukan?
Acapkali merasa kekurangan waktu dikarenakan banyak pekerjaan rumah yang belum selesai meski kasur sudah memanggil 🙂 Ditambah lagi bila harus mengatur rumah tangga tanpa pembantu.

Naah kalau ini yang terjadi, ibu perlu manajemen waktu. Penting sekali waktu. Bahkan dalam Islam pun ada ayat tersendiri tentang waktu.
“Demi Masa (Waktu)…” QS. Al ‘Ashr: 1-3
Membagi waktu dalam Islam juga tersebut dalam hadits, Rasulullaah SAW berpesan agar kita memanfaatkan 5 masa sebelum datang yang 5 : … Selanjutnya

Wani Pira?

Wani piraWani pira (dibaca piro) berarti berani berapa? Konteksnya dalam dunia kerja adalah berani membayar/menggaji berapa? Saya mengenal joke ini 6 tahun lalu, saat saya dipinang sebuah perusahaan. Ketika berdiskusi dengan orang tua, tepatnya minta restu, almarhum Bapak saya kala itu berkomentar,”Lha..wani pira?”

Meskipun pada akhirnya saya tidak berjodoh dengan perusahaan tersebut, namun dalam perjalanannya perusahaan itu berjodoh dengan teman-teman kerja saya dulu. Jabatan yang ditawarkan pun oke, manager gitu looh…. 🙂

Kembali ke konteks “wani pira”, saya sih beranggapan sah-sah saja. Toh semua itu ditentukan berdasarkan demand atau kebutuhan masing-masing. Perusahaan butuh manager yang handal, sedangkan karyawan butuh suasana kerja … Selanjutnya

Tutup Karir? Jangan Dong…

UntitledBerkaca-kaca dan menangis pagi ini membaca postingan salah satu teman dunia maya, judulnya “Tutup Karir”. Entah apa yang saya rasakan. Cemburu? Ikut senang? Yang jelas sih ikut senang dan mendoakan supaya jalan rejeki yang baru membawa berkah dan manfaat.
Saya adalah silent reader blog mbak De ini. Seorang ibu bekerja yang meniti karir dari bawah, dari Teknisi hingga General Manager. Enjoy, mencintai pekerjaan dan punya passion di bidang yang digelutinya. Sosok ibu bekerja yang juga tetap bisa happy dengan keluarganya. Meski saya tidak sesering mbak De dalam berpindah perusahaan menggapai karir, namun kegairahan dan semangat saat “invited by other … Selanjutnya

Peringkat Rizki

Sharing dari group ODOJ minggu ini adalah tentang rizki atau rejeki. Kalau diingat-ingat pasti kita menikmati salah satu atau salah dua dari apa yang dipaparkan ini. Kalau bisa dapat tingkat ketiga dan ke empatnya, subhanallaah… walhamdulillaah…

RizkiAda empat cara Allah memberi rizki kepada makhluk-Nya:

1. Rizki tingkat pertama (yang dijamin Allah)

“Tidak suatu binatang pun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rizkinya.” (QS. 11:6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rizki dasar yang terendah.

2. Rizki tingkat ke dua

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa … Selanjutnya

Menebus Impian Ibunda – Energi Yang Tiada Habis

Syawal 1434H adalah waktu yang kami pilih untuk memberitahukan kado umroh untuk kedua ibu. Sengaja memilih jadwal di akhir tahun 2013 karena Mekah Madinah sedang musim dingin, sehingga akan lebih nyaman bagi ibu dan ibu mertua.

Tiga bulan menjelang berangkat, saya menyarankan agar kedua ibu mulai berolah raga ringan. Jalan kaki. Karena akan dibutuhkan stamina fisik dalam melaksanakan thowaf dan sa’i di sana nanti. Usia para ibu yang sudah sepuh membuat saya pun harus berjaga-jaga. Karena pada dasarnya kondisi fisik saya pun kadang-kadang tidak bisa ditebak. Ibu mertua saat berangkat berusia 71 tahun sedangkan ibu saya 66 tahun. Bahkan untuk … Selanjutnya

My passion, syukur