Berubah Haluan…, Kenapa Tidak?

Anda sedang menikmati kemapanan karier sekarang? Jika ada tantangan, beranikah Anda berubah haluan untuk mencoba tantangan lain? Saya yakin tidak banyak orang yang berani menjawabnya. Padahal Anda tidak akan pernah tahu kesuksesan yang menunggu di depan mata.

Kami berikan nama-nama berikut yang bekerja berdasar pendidikan dan pengalaman mereka sebelumnya, bukan karena nama besar atau koneksi, untuk mendapatkan sukses di karir keduanya.

– Ben Stein
Meskipun punya latar belakang prestisius di bidang hukum, jurnalistik dan politik, Stein mungkin akan diingat orang dengan kalimatnya yang terkenal ” Bueller…Bueller…Bueller .” Setelah lulus dari Yale Law School pada 1970, Stein kemudian bekerja sebagai jaksa, profesor dan penerjemah untuk presiden Ford dan Nixon, serta menjadi kolumnis di Wall Street Journal sebelum akhirnya melirik Hollywood untuk mengejar peruntungan sebagai penulis skenario film layar lebar. Kemudian dia bertemu John Hughes , yang meng-castingnya pada 1986 untuk film ” Ferris Bueller’s Day Off ,” dan jadilah Stein menjadi bintang.

– Martha Stewart
Stewart meninggalkan karirnya yang sukses sebagai seorang pialang saham saat resesi menghantam Wall Street pada 1973. Setelah pindah ke Connecticut beberapa tahun kemudian, dia mulai menggarap bisnis katering dengan temannya. Kemudian, dia sendirian menjalani bisnis itu dan dalam 10 tahun, nilai perusahaannya mencapai USD 1 juta. Sekarang, dia mengepalai Martha Stewart Living Omnimedia , sebuah kerajaan bisnis yang mewadahi majalah Martha Stewart Living magazine, lini produk perkebunan dan rumah yang dijual dengan merek Kmart, pertunjukan TV dan lusinan buku dan berbagai liputan media.

– Christina Perrin
Perancang mode Perrin mengawali karirnya pada manajemen konsultasi dan marketing. Tapi pada pertengahan 1900-an dia pindah dari Chicago ke New York untuk mengejar kecintaannya sejak lama: Mode. Mujurnya, latar belakang bisnisnya membantunya memasarkan lini busananya dan pada musim semi 1999 dia menggelar pergelaran busana pertamanya. Kurang dari sepuluh tahun kemudian, dia menancapkan namanya di industri mode dan klien selebritasnya termasuk Cate Blanchett , Charlize Theron dan Faith Hill .

– John Grisham
Latar belakang John Grisham sebagai pengacara dan perwakilan negara bagian Mississippi menjadi pondasi karir keduanya sebagai penulis fiksi yang laris. Inspirasinya untuk novel pertamanya ” A Time to Kill ,” datang saat dia mengamati kasus peradilan di Mississippi . Buku pertama itu sukses besar, dan saat itu Grisham memutuskan untuk menjadi penulis yang merdeka dibanding sebagai pengacara. Tak lama setelah menutup praktiknya untuk berkonsentrasi menulis, novel keduanya terbit, “The Firm,” yang juga menjadi bestseller dan dibuatkan versi layar lebarnya berdasar novel super laris ini. Tak lama kemudian novel-novel yang laris manis bak kacang goreng mengalir ke pasaran, seperti ” The Pelican Brief ,” ” The Client ” and ” The Runaway Jury .” Novel teranyarnya adalah ” The Broker ” dan ” The Last Juror “.

– Janet Robinson
Namanya kerap disebut dan masuk daftar yang dibuat majalah Forbes Magazine untuk kategori perempuan yang paling berkuasa di media, Robinson telah menjalani perjalanan panjang sejak hari pertamanya sebagai guru sekolah negeri. Pada 1983, Robinson meninggalkan pekerjaan yang sudah dilakoninya dalam 10 tahun untuk beralih menjadi sales management di The New York Times Company , dimana sekarang dia menempati posisi chief executive officer (CEO). Robinson, yang terbukti memiliki kemampuan untuk mempercepat pertumbuhan pendapatan sirkulasi dan periklanan, membantunya mendaki posisi atas di perusahaan bernilai multi-miliaran dolar, telah membuktikan bahwa kegigihan dan kerja keras akhirnya terbayar.

Sumber: www.kompas.com
Ikuti/suka/bagikan
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
SHARE
LinkedIn
Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *