Hari Ibu Tanpa Kakak

Sempat kaget n kepikiran berita gak bagus sewaktu pagi ini dapat telpon dari sekolah Taj n ustadzahnya bilang “Ma.. Mbak Taj mau bicara”. Ternyata di seberang telpon terdengar suara cempreng,”Ibu…Selamat Hari Ibu ya…, Maafkan Taj selama ini suka nakal. Taj sayang Ibu, Taj love Mama…” Duh.. speechless jadinya, tercekat n gak bisa jawab apa. Cuman terbayang.. jangan-jangan di-loud speaker sama Ustadzah, ya finally can say,” Ya, terima kasih Taj.. Ibu love Tataj juga”
Lepas itu termenung sejenak, menghela napas panjang, menahan jangan sampai termehek-mehek, secara masih di kantor nih.. Hari ini 22 Desember.. ya.. Hari Ibu.. Setahun lalu masih dapat kartu ucapan dari Kakak yang dia buat n print sendiri dari komputer, meski amplopnya Ibu yang nge-print. Ada “pinky love” n ucapan selamat hari Ibu dari Dea dan Taj, begitu tulisannya.
Akhir-akhir ini memang kekangenan ke Kakak menjadi-jadi. Ingat tingkahnya yang centil n ceria namun juga dewasa. Mempertimbangkan Taj masuk SD yang mana pun, bayangan Kakak selalu ada. Di hati kecil memang berharap ada diri Kakak dalam Taj. Namun keduanya memang berbeda n punya keunikan sendiri. Duh.. kapan ya bisa ketemu Kakak? Hari Ibu tahun depan kah?

Ikuti/suka/bagikan
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
SHARE
LinkedIn
Instagram

One thought on “Hari Ibu Tanpa Kakak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *