86.400 Detik Yang Berharga

Memang hidup ini tak ubahnya seperti pertandingan saja. Tak boleh menyia-yiakan waktu yang diberikan kepada kita. Sang Pencipta Penguasa Jagad Raya memberikan sesuatu yang berbeda soal harta, kedudukan/tahta, wajah yang ganteng/cantik, pintar/bodo, dan bahkan cacat atau normal. Tak peduli apakah itu pengusaha/kuli, kyai/santri, guru, petani, mahasiswa, pengangguran semua diberikan modal 24 jam per hari atau 86.400 detik.

Ya…., itu adalah modal. Jikalau kita sia-siakan modal itu siap-siaplah untuk bangkrut. Berapa banyak yang sudah kita buang percuma….?? Ngrumpi alias ghibah, nonton acara TV yang tak berkualitas, BBS alias bobo’-bobo’ siang (he..he..), berdebat tanpa tujuan yang jelas, jalan-jalan percuma dan masih banyak lagi. Mungkin kita jarang bahkan gak pernah menghitungnya. Mungkin sudah jutaan dan bahhkan milyaran detik telah kita habiskan. Bila kita mampu menghasilkan sesuatu senilai 86.400 detik sehari berarti impas…ga untung, ga rugi. Bila kurang dari itu berarti kita rugi. Kalau rugi terus….waaaah……bisa bangkrut dech…..!!?

Agar modal 86.400 detik itu terus berkembang dan gak rugi, investasikan setiap detik kita untuk sesuatu yang bermanfaat. Teruslah berkarya. Putarlah roda kehidupan ini untuk sesuatu yang bermanfaat. Tebarlah energi positif (EPOS) di sekitar kita. Jadilah gardu epos dunia. Mulai dari hanya sekedar senyum, wajah yang sumringah, berbagi ilmu hingga meringankan beban orang lain. Teruslah berinvestasi dengan waktu yang diberikan sang Kholik kepada kita, agar modal kita terus berkembang dan semakin produktif. Jangan sampai kita rugi, apalagi bangkrut.

Ayo…., mari kita tutup kerugian-kerugian kita di masa lalu. Jadikan setiap detik yang diberikan membawa manfaat buat kita, keluarga kita, saudara-saudara kita, kawan-kawan kita hingga masyarakat dan bangsa kita. Ayo……, berlarilah sekencang-kencangnya bersama detik-detik yang kita punya. Jangan mau rugi. Apalagi bangkrut. Modal kita semua sama…..ya…, 86.400 detik.

Dari seorang sahabat, Sarwi, ref. “Menyemai Impian, Meraih Sukses Yang Mulia” (Jamil Azzaini)

Ikuti/suka/bagikan
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
SHARE
LinkedIn
Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *