Do Your Best and Allah Will Do The Rest …

Suatu kali seorang bapak yang membawa pikulan hasil bumi yang sepertinya sangat berat dibandingkan dengan postur tubuhnya yang kecil, dengan sekuat tenaga berjalan membawa pikulan itu dan menaikkannya ke atas mobil bak terbuka yang sudah menunggu.
Sesampai diatas mobil dia kembali menyandang pikulan itu dan berdiri sambil berpegangan tepat dibelakang sopir, tanpa menaruh bebannya dilantai mobil. Seorang bapak berperawakan gemuk yang duduk bersandar ke bagian depan mobil menegurnya.

“Lho pak ? Kok gak ditaruh saja dagangannya dibawah ?”
“Ah gak apa-apa. Saya kuat kok. Lagipula saya kan berdiri dekat sopir, jadi bakalan cepat sampai di pasar” jawab si bapak yang bertubuh kecil dengan bangga.

Si bapak gemuk hanya geleng-geleng kepala, sembari mengipas-ngipaskan topi ke wajahnya supaya mendapatkan angin segar dan dia bisa beristirahat.

Mobil melaju dan si bapak gemuk pun tertidur dengan hembusan angin sepanjang jalan yang membuainya dalam ‘istirahat’ sebelum sampai di pasar di mana dia akan butuh energi yang cukup untuk berdagang.

Dari deskripsi diatas terkandung analogi kejadian yang banyak kita temui dalam realita hidup ini. Kebanyakan kita bertindak seperti si bapak yang bertubuh kecil. Kita berusaha/berikhtiar sekuat tenaga, terus kita setiap habis shalat berdoa dan memohon keberhasilan usaha kita kepada Allah, tapi kenyataannya banyak diantara kita yang masih membawa beban pikiran itu sampai ke tempat tidur, bahkan tidak bisa tidur, seakan kita kurang percaya bahwa Allah akan menyempurnakan usaha dan doa kita itu dengan keberhasilan.

Tak ada salahnya kita belajar dari seorang negarawan yang harus memikirkan nasib dan permalasahan rakyat satu negara yang beraneka ragam. Alangkah ruwetnya. Ratusan juta kepala dengan ratusan juta urusan dan potensi masalah. Dibutuhkan komitmen dan kecerdasan yang di atas rata-rata untuk bisa memahami, memilah dan mendelegasikan setiap urusan dan masalah, untuk kemudian mengawasi dan berpasrah kepada Allah.

“Jangankan kepala negara. Saya aja yang pedagang biasa kepala rasanya mau pecah, jika harus memikirkan masalah saya tanpa jeda. Cek dan giro ke pemasok yang bakal jatuh tempo sementara uangnya belum ada. Daya beli dan permintaan yang kian lesu. Persaingan dari barang2 selundupan yang menbanjir. Pungutan liar yang kian menjadi2. Belum lagi isu peremajaan pasar yang bakal jadi bom waktu bagi para pegadang seperti saya, karna selalu diiringi intrik yang merugikan pihak pedagang” keluh teman saya yang bergiat di salah satu pusat perdagangan.

Kepasrahan kepada Allah menjadi kunci yang menghantarkannya pada ketenangan hati dan pikiran setiap pulang dan beristirahat. Menyadari bahwa segalanya adalah milik Allah dan segalanya terjadi juga dengan izin-Nya.

“Kalau tidak menyerahkan segala urusan pada Allah, mungkin saya tidak akan pernah bisa beristirahat dan lepas dari beban berat pikiran siang dan malam” lanjutnya.

Persis seperti si bapak bertubuh kecil yang seharusnya ketika naik ke atas mobil pick-up menaruh pikulannya, sehingga otot-otot tubuhnya bisa beristirahat dan pulih sembari menyerahkan urusan membawa pikulannya ke sopir, beristirahat mengumpulkan sedikit tambahan tenaga sebelum si sopir membangunkannya ketika sudah sampai di tujuan.

Padahal dalam keimanan kita diajarkan bahwa Allah itu hanya akan berlaku seperti apa yang hamba-Nya pikirkan. Jadi berbaik sangkalah selalu, berpikirlah positif, dan jangan sekali-kali berpikiran negatif, karena secara tidak langsung itu seperti permintaan kita kepada Allah supaya menjadikan pikiran itu sebagai takdir kita.

Bekerja dan berusahalah yang maksimal, kemudian berdoalah kepada Allah dengan taqwa dan tawakkal/berserah diri, setelah itu istirahatkan pikiran anda hilangkan gundah, gusar, cemas, ragu-ragu.
Isi pikiran anda dengan keyakinan bahwa semuanya sudah anda percayakan kepada Allah, sehingga pikiran anda bisa beristirahat atau difungsikan untuk memikirkan sesuatu usaha/urusan yang lain.
Jadi, berikhtiarlah (berusaha dan berdoa) semaksimal kemampuan dan sebaik-baiknya, dan yakinlah Allah akan menyempurnakannya.

Sumber: email seorang sahabat, thanks to Maya-Cilegon

Ikuti/suka/bagikan
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
SHARE
LinkedIn
Instagram

4 thoughts on “Do Your Best and Allah Will Do The Rest …”

  1. Assalammu’alaikum…

    Salam kenal…

    Tips dan artikel di sini alhamdulillah bermanfaat bagi saya…
    Syukron ya… ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *