Seribu Hari Tanpamu…..

Hari ini, 29 Desember 2010, genap 1000 hari kehidupan kami tanpa Kakak. Memandang buku Yasin bersampul ungu, tak ada keinginan untuk membuka halaman depannya. Hihi..meski akhirnya kuat juga, demi ambil gambarnya.

Seribu hari tanpamu Kak
Sudah ada Kania di sini, benarkah dia “sang penyembuh” hati kami?
Taj semakin tumbuh besar, kecentilannya sesekali mengingatkan kami padamu
Dia juga sudah mulai minta dibuatkan email dan blog sepertimu

Seribu hari tanpamu
Masih ada yang menoreh hati bila mengingatmu n kangen menerjang
Masih ada keinginan Kakak hadir kembali
Moga-moga ini bukan karena ketidakikhlasan kami
Namun hanya refleksi bersit kerinduan semata

Seribu hari tanpamu
Ibu benciiii banget kalau harus menulis seperti ini
Namun tak mengapa
Life must go on
Yang harus mulai Ibu ganti n perbaharui adalah semangat
Semoga lewat seribu harimu, semangat baru kian membuncah
Semoga semangat ini yang menemani dalam setiap langkah kami
Semoga Kakak bahagia di surga
Aamiin.

Ikuti/suka/bagikan
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
SHARE
LinkedIn
Instagram

6 thoughts on “Seribu Hari Tanpamu…..”

  1. bu.. anak hanya sekedar titip , artinya Allah lebih tahu akan kondidi hambanya bersyukurlah padanyanya insya allah aka ada yang lebih baik lagi yang disediakan allah untuk kita…

  2. Halo mik..ex fisik1 smansa
    terharu mik..dengernya.
    pengen belajar ikhlas kaya amik…
    ujian keimanan tertinggi manusia (al kautsar)
    Nabi pun sampai mengunci mulut beliau karena takut terucap kata tak ikhlas ketika ditinggal anak laki satu2 nya.
    semoga dikumpulkan kembali kelak…amin…

    salam

    aku yg baru belajar jadi ortu ikhlas

    1. Aamiin. Thank ya amongraga atas simpatinya (suer..aku emang pake simpati kok…hehe)
      Memang ikhlas tak semudah kata terucap.

  3. Melihat blog kamu, luka lamaku jadi tumbuh lagi. tapi kamu dan suami (mas ariva ya namanya?) menyikapinya dengan ikhlas . Beruntunglah kalian berdua saling memiliki , mik.

    Keep on writing ya. Ijin jadi pembaca setia.

    amongraga-orangtua bodoh.

    1. Pasangan sudah selayaknya saling memiliki Amongraga… (habis dikau nggak ngaku sih siapa dirimu).
      Silahkan kalau mau jadi pembaca setia. Kalau ada buruknya jangan diambil, kalau ada yang baik, itu karena petunjuk-Nya.
      Insya Allah ke depan postingnya lebih positif lagi.
      Kenapa membodohkan diri begitu? Gak ilok lho….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *