Antara Sukses, Skill, dan Attitude

Berikut saya sharingkan hasil dengerin James Gwee tiap pagi di radio seminggu ini ya…

Hihi…maaf sebelumnya kalau ada kata-kata dalam bahasa lain n saya pakai. Soalnya lebih seru bayangin James Gwee ngomongnya pakai Singlish alias Singaporean English gitu looh. Mengingatkan saya pada atasan saya dulu, …;)

SUKSES tidak sepenuhnya ditentukan oleh SKILL atau keahlian, namun hanya memerlukan 15% skill. Selebihnya yang 85% ditentukan oleh ATTITUDE atau sikap kita.

Kalau mau dihubung-hubungkan dengan keseharian kita di bisnis ini, penjabaran ringkas dari ATTITUDE adalah:

1.  Memiliki kompetensi di bidang yang kita pilih.

Kompetensi beda dengan keahlian. Seseorang yang memiliki SKILL atau ahli belum tentu kompeten. Kompeten artinya bisa diandalkan. Contohnya adalah kita sebagai pelaku MLM. Bisa jadi kita ahli menjual namun kita tidak kompeten bila pelanggan kita tidak percaya sepenuhnya kepada kita. Bisa jadi kita ahli merekrut tapi kita tidak kompeten menjadi leader.

2.  Berani menentukan pilihan

Kita sendiri yang memilih apakah mau hidup biasa saja atau menjadi luar biasa. Menjadi seperti sekarang atau lebih maju di kehidupan mendatang. Memilih bekerja dengan tekanan atau bekerja dengan “passion”

 

3.  Memiliki karakter yang kuat

Mas James Gwee mengisahkan seorang sopir taksi yang dibayar penumpangnya sebanyak 10$ sedangkan argometernya menunjukkan 9$. Si sopir taksi tidak mau ambil kelebihan 1$ nya karena dia merasa haknya hanya 9$. Ini contoh karakter dari sopir taksi yang tidak akan berubah meski ada kesempatan.

 4.  Bersedia berkorban dan mengeluarkan tenaga/modal/pikiran meski dia sudah lelah bahkan tersakiti/terhina

Contoh simple aja deh bagi kita yang kerja kantoran atau ibu rumah tangga dengan anak-anak balita ajaib. Pulang kantor sudah letih lunglai atau sudah kecapekan ngurusin rumah n dapur. Apakah masih mau meluangkan sedikit waktu kita buat follow up rekan kerja kita, bantu permasalahan mereka atau bahkan atur strategi buat core team kita di bisnis ini?

Atau bapak-bapak yang sudah memutuskan bergabung di sini, maukah sedikit membuang rasa malu dan jengah menawarkan katalog yang 80% produk perempuan di kantornya?

Masih maukah kita cari prospek n mem-follow up meski bolak balik bolak ditolak mentah-mentah?

5.  Winner take responsibility, failurer lay blame.

Orang yang sukses berani bertanggung jawab, sedangkan orang yang gagal akan selalu menyalahkan keadaan.

Contoh: Si A lahir dari keluarga broken home n ayah pecandu narkoba. A sendiri yang menentukan mau jadi apa dia, apakah:

  Menyalahkan keadaan karena dia ditakdirkan memiliki ayah pecandu narkoba n menjadi orang gagal seumur hidupnya

  Atau dia tetapkan impian n target hidupnya agar tidak menjadi seperti ayahnya sekarang

Pernah baca kisah hidup Oprah Winfrey? Bagaimana dia dari masa kecil yang kelam termotivasi menjadi seperti sekarang n membantu banyak orang?

Yuuk.. kita perbaiki ATTITUDE kita sambil mengasah SKILL kita masing-masing. Persiapkan diri menjadi leader n pelaku MLM yang handal.

Ikuti/suka/bagikan
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
SHARE
LinkedIn
Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *