Berburu dengan Waktu

Pasti di antara kita,  ada yang sudah mulai merasakan
bahwa kita sebenarnya berburu waktu.
Berburu waktu dengan umur kita sendiri
untuk mempersiapkan keluarga dan masa depan anak-anak kita
Berburu waktu dengan usia orang tua kita
untuk membahagiakan dan mempersembahkan impian dan keinginan beliau

Umur adalah rahasia Ilahi
Bisa jadi bukan yang lebih tua yang menghadap duluan
Tapi kita sendiri
atau malah adik..saudara muda..istri, suami, bahkan anak kita
Kesempatan membahagiakan orang-orang tercinta selagi mereka ada
Selagi kita sempat
Gak bisa kita sia-siakan dan kita tunda-tunda

Pernah mengalami benar-benar berburu dengan waktu?
Meski Allah selalu menyuratkan takdir-Nya yang terbaik untuk kita
Tapi perasaan yang satu ini sungguh gak mudah disingkirkan
“berada di titik finish perlombaan namun orang tempat kita berlari
mempersembahkan piala kita sudah keburu pergi”

Membahagiakan orang tua dan anak tak selalu dengan materi
Yes….itu benar
Tapi kalau orang tua memendam rindu akan tanah suci
memandang sedih rumah tuanya yang juga renta
atau anak tak kesampaian bersekolah di tempat bagus
mengikuti les musik atau balet yang diinginkannya

Selalu ada “materi” kan?
Hihi…risih ya ngomongin duit…

But..it’s real…
apakah mereka yang harus maklum dengan kondisi kita?
Jawab saya TIDAK..
Ataukah kita gali lubang tutup lubang demi mereka?
Jawabnya pun NO WAY..!
mengatasi masalah dengan memaklumi maupun mengatasi masalah dengan masalah
Harus mulai kita coret dari hati

Kita yang masih mampu, diberi usia dan kesehatan lah
yang musti berusaha menambah materi kita
berkewajiban mencari dunia seolah-olah hidup selamanya
demi bisa mencari akhirat kita karena kita bisa saja mati besok pagi

Jadi…siapkah kita berburu dengan waktu?

Ikuti/suka/bagikan
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
SHARE
LinkedIn
Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *