Antologi Kedua, The Most Beloved Man

Hari ini hari peringatan ABRI
Tetiba terkenang almarhum Bapak, My Most Beloved Man
Persembahan karya khusus buat beliau, tulisan yang tertuang dalam  buku antologi. Iya… sebuah buku yang ditulis secara keroyokan. Ungkapan hati perempuan terhadap ayah-ayahnya.

…ayah

  cinta pertama…

Setiap anak perempuan selalu menganggap ayahnya sebagai cinta pertama. Pria pertama yang mengajari tentang kasih tanpa pamrih, melindungi sepenuh jiwa dan membimbing dengan hati. Sosok yang jarang terlibat namun senantiasa diharapkan keberadaannya.

Buku “The Most Beloved Man” merangkum 29 kisah nyata tentang ayah yang dituliskan dari berbagai sisi oleh para perempuan yang menyayangi ayahnya (termasuk saya lho di dalamnya )
Ini antologi kedua saya, setelah sebelumnya menerbitkan antologi inspiratif “Jejak Cinta”
Semoga saya kelak bisa berkarya tidak hanya dengan antologi tetapi bisa menerbitkan karya sendiri, sebuah buku tentang pembuatan roti.

“Cinta Tak Terucap”, ya… saya jarang atau bahkan tidak pernah mengucapkan kalimat sayang untuk Bapak. Mungkin memang karena cara Bapak mendidik kami, beliau pernah berkata kalau tidak perlu mengumbar cinta dan sayang, yang utama adalah bagaimana kita bertindak dan mewujudkannya secara nyata.  Aiih…. jadi rindu Bapak…

“Membaca buku ini, membuat kita tersadar akan peran dari sosok ayah dalam hidup kita.” (Ario Rubbik – Sutradara Film)

Karena isinya yang istimewa dan bikin termehek-mehek, cocok untuk yang siapa saja yang menyimpan rindu pada ayah dan sebagai hadiah bagi orang-orang terdekat.

Buku siap kirim pertengahan Oktober.
Harga Rp 48.000
Pemesanan bisa lewat para kontributor/penulisnya atau langsung ke penerbit Stiletto Book, WA 0881-273-1411, line: stiletto_indiebook

 

Ikuti/suka/bagikan
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
SHARE
LinkedIn
Instagram

2 thoughts on “Antologi Kedua, The Most Beloved Man”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *