Category Archives: Aku Pasti Bisa

Memantaskan Diri Dijemput di Pintu Surga

Kehilangan anak tercinta memang pilu, tapi selalu ada berkah di balik setiap peristiwa.
Asalkan kita mampu menyikapinya secara bijak, penuh kesabaran dan keikhlasan.

 ”Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un”
Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah, dan pasti kita akan kembali kepada pemilik kita, Allah Ta’ala

Buat para orang tua yang memiliki anak yang meninggal sebelum baligh, kematian tersebut bisa menjadi berkah dan mengantarkan kita menuju surga Allah.
Bagaimana caranya?

1. Sabar dan iklas menerima kepergian sang anak, tidak meratapi kepergiannya secara berlebihan.

2. Sadar dan memuja Allah, mengucapkan kalimat istirja (innaa lillahi wainnailillaihi roojiun) dan merenungi kandungan maknanya. Kita, anak … Selanjutnya

Selamat Jalan Dzik…

Dzik, bocah laki-laki itu akhirnya menyerah terhadap tumor yang menyerang otaknya. Allah  memanggilnya pulang  jam 4 dini hari tadi.
Saya sendiri tidak pernah bertemu langsung dengan Dzik. Saya dan Mamanya berkenalan via BBM, dipertemukan oleh Dian Mama Fajrul. Sesama bunda dengan anak-anak terpilih, menyandang tumor otak. Jarak memisahkan kami, sehingga hanya sempat diskusi dan sharing via BBM.
Kontak terakhir dengan Mama Dzik 2 minggu lalu, saat dirawat di Siloam, dan dijadwalkan MRI besok paginya. Tiada mengira Dzik akan pergi, karena kondisinya membaik beberapa bulan terakhir.
Selamat jalan Dzikri Ananta, pejuang kecil tumor otak
Berbahagialah bermain di tempat barumu dengan tiada … Selanjutnya

Ruang Rindu Untuk Kakak

Sudah bulan Ramadhan lagi. Ini bulan puasa ke lima tanpa Kakak. Makin banyak hal yang wajib disyukuri, namun tidak melepas kerinduan pada sosok gadis kecil periang saya, yang Insya Allah sudah bahagia di surga-Nya.
Pagi ini di mobil yang membawa saya ke kantor, mengalun lagunya Letto, “Ruang Rindu”. Lagu ini dulu jadi sound track salah satu sinetron-nya Dude Herlino yang kadang-kadang menemani saya dan Kakak di tempat tidur. Selalu tak sanggup mendengarkan lagu ini lagi sepeninggal Kakak. Tapi pagi ini, sengaja memaksakan hati untuk bertahan seberapa lama saya bisa. Alhamdulillaah..setengah lagu bisa saya dengarkan, namun tiba-tiba terasa kerinduan … Selanjutnya

Selamat Jalan Daffaa…

Lepas maghrib saya terima SMS, “Semua ikhtiar sudah maksimal, tapi Alloh lebih sayang Daffaa…”
Meski hanya kenal via SMS, bahkan telpon-telponan pun belum pernah, tapi entah bagaimana, saya dan suami merasakan keterikatan mendalam dengan Daffaa’.

Selamat jalan Daffaa’….
Buat mbak Yuni, orang tua Daffaa’, semoga segala ikhtiar, kesabaran, dan keikhlasan menjadi berkah dan mengantarkan menuju surga Allah kelak.
Aamiin.

Buat para pembaca, sahabat, saudara dan teman yang pernah membantu Daffaa via #SafeDaffa, terima kasih tak terhingga, semoga Allah melipatgandakan kebaikan tersebut. Aamiin.… Selanjutnya

Daffaa’, Cium Jauh Untukmu Nak..

Gambar diambil dari internet

Kemarin, tersentak dengan SMS bunda Daffaa. Lagi-lagi, saya tau banget rasanya. Sejenak saya tinggalkan kerjaan bisnis saya, dan browsing semua info tentang leukemia, craniotomy dan vp shunt.

Yuni (Y): Mba.. Minta doany ya.. Daffaa hsl ct scanx kurang bgs .. :'(

Amy (A): Iya mbak, knp? Ini lagi di Bdg?

Y: Kmrn sy bw plg dulu mbak, ct scan d smi, kan 2mg ni skt kpala berat, badan sblah kanan tu lemah, hasilx perdarahan kecil sm hidrosefalus lg? Mungkin shuntx macet lg ya? Pdhal dah 3x bongpas shuntx..

A: Mbak pernah diajari dokternya cek vp Selanjutnya