Category Archives: Kakak

Tentang Dea Zahra

Selamat Jalan Daffaa…

Lepas maghrib saya terima SMS, “Semua ikhtiar sudah maksimal, tapi Alloh lebih sayang Daffaa…”
Meski hanya kenal via SMS, bahkan telpon-telponan pun belum pernah, tapi entah bagaimana, saya dan suami merasakan keterikatan mendalam dengan Daffaa’.

Selamat jalan Daffaa’….
Buat mbak Yuni, orang tua Daffaa’, semoga segala ikhtiar, kesabaran, dan keikhlasan menjadi berkah dan mengantarkan menuju surga Allah kelak.
Aamiin.

Buat para pembaca, sahabat, saudara dan teman yang pernah membantu Daffaa via #SafeDaffa, terima kasih tak terhingga, semoga Allah melipatgandakan kebaikan tersebut. Aamiin.… Selanjutnya

Saat Terhimpit

Di saat terhimpit, ingatlah kala Allah menguji kita dengan hal yang lebih berat
Saat itu kita pun pasti berat merasakannya
Namun setelah semua (terpaksa) harus dilalui,
maka perlahan belajarlah membuka diri untuk ikhlas
Saat menemui ujian yang berat
Saat galau dan tertekan
Rasakan bahwa kita pernah mengalami yang lebih berat
Jadi.. mantapkan hati dan tatap ke depan untuk sebuah “ujian kenaikan kelas”

Mengenang Kakak dan menata hidup di kota panasSelanjutnya

Seribu Hari Tanpamu…..

Hari ini, 29 Desember 2010, genap 1000 hari kehidupan kami tanpa Kakak. Memandang buku Yasin bersampul ungu, tak ada keinginan untuk membuka halaman depannya. Hihi..meski akhirnya kuat juga, demi ambil gambarnya.

Seribu hari tanpamu Kak
Sudah ada Kania di sini, benarkah dia “sang penyembuh” hati kami?
Taj semakin tumbuh besar, kecentilannya sesekali mengingatkan kami padamu
Dia juga sudah mulai minta dibuatkan email dan blog sepertimu

Seribu hari tanpamu
Masih ada yang menoreh hati bila mengingatmu n kangen menerjang
Masih ada keinginan Kakak hadir kembali
Moga-moga ini bukan karena ketidakikhlasan kami
Namun hanya refleksi bersit kerinduan semata

Seribu hari tanpamu
Ibu … Selanjutnya

Puisi Buat Bapak

Bukan hendak menggugat takdir kepergianmu
Bukan pula bermaksud tidak ikhlas pada suratan-Nya
Tapi hati masih menolak pergimu (sama seperti waktu Kakak meninggalkanku dulu)
Kepergianmu adalah renungan dan pelajaranku
Kenapa pergimu pada saat cita-cita berhaji sudah menunggu keberangkatan
Kenapa ide “surprise” ulang tahunmu di tahun ini, justru menjadi ultah terakhirmu

Kini…tak ada lagi nasihat n arahan
Tak ada lagi tempat curhat bila diriku tertekan atau bahkan dipinang di pekerjaan
Cara pandangmu terhadap perempuan berkarya n kesetaraan gender
Dengan tetap berpegang pada nilai agama
Idealisme bahwa bekerja adalah menyenangkan n membawa manfaat buat banyak orang
Insya Allah kuingat n laksanakan selalu

Meski … Selanjutnya

Sepucuk Email Buat Sahabat Baru

Masih lanjutan posting sebelumnya, sekedar sharing. Siapa tau berguna buat ortu yang anaknya kena tumor otak seperti kami.

Saturday, April 10, 2010, 8:58 AM

dear mba

kl boleh tau,yg kena tumor sp mba?kondisinya skrng gmna? fajrul ditangani dr.rudi..sementara ini msh tahap pemasangan selang dr kepala ke tubuh untuk menyalurkan cairannya yg tertahan oleh tumor tsb. sharing ya mba.

Ini jawaban saya:

waduh kaya mbuka luka lama kami, mbak. anak pertama saya “sudah dipanggil lagi olehNya”, 2 tahun yang lalu dalam usia 8,5 thn. dia sempet ngeblog di http://afiyazahra.wordpress.com (terakhir ada tulisan bapaknya malah). dia kena tumor tipe medulloblastoma.

kesalahan fatal … Selanjutnya