Tag Archives: Kakak

Memantaskan Diri Dijemput di Pintu Surga

Kehilangan anak tercinta memang pilu, tapi selalu ada berkah di balik setiap peristiwa.
Asalkan kita mampu menyikapinya secara bijak, penuh kesabaran dan keikhlasan.

 ”Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un”
Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah, dan pasti kita akan kembali kepada pemilik kita, Allah Ta’ala

Buat para orang tua yang memiliki anak yang meninggal sebelum baligh, kematian tersebut bisa menjadi berkah dan mengantarkan kita menuju surga Allah.
Bagaimana caranya?

1. Sabar dan iklas menerima kepergian sang anak, tidak meratapi kepergiannya secara berlebihan.

2. Sadar dan memuja Allah, mengucapkan kalimat istirja (innaa lillahi wainnailillaihi roojiun) dan merenungi kandungan maknanya. Kita, anak … Selanjutnya

Tiga Tahun Tanpamu

Tiga tahun tanpamu
Masih selalu berusaha menepiskan detik-detik itu
Sengaja bersibuk-sibuk diri dan tak menengok kalender
Tapi kenapa memori seperti diputar ulang secara otomatis

Tiga tahun tanpamu
Semangat perlahan bangkit
Untuk membuat lebih berarti bagi keluarga dan orang lain
Mungkin itu yang bisa membangkitkan keihklasan

Ya Allah…
Tambahlah ikhlas di hati
Agar tak harus menghapus memori
Namun mengenangnya penuh keindahan
Amin…..… Selanjutnya

Seribu Hari Tanpamu…..

Hari ini, 29 Desember 2010, genap 1000 hari kehidupan kami tanpa Kakak. Memandang buku Yasin bersampul ungu, tak ada keinginan untuk membuka halaman depannya. Hihi..meski akhirnya kuat juga, demi ambil gambarnya.

Seribu hari tanpamu Kak
Sudah ada Kania di sini, benarkah dia “sang penyembuh” hati kami?
Taj semakin tumbuh besar, kecentilannya sesekali mengingatkan kami padamu
Dia juga sudah mulai minta dibuatkan email dan blog sepertimu

Seribu hari tanpamu
Masih ada yang menoreh hati bila mengingatmu n kangen menerjang
Masih ada keinginan Kakak hadir kembali
Moga-moga ini bukan karena ketidakikhlasan kami
Namun hanya refleksi bersit kerinduan semata

Seribu hari tanpamu
Ibu … Selanjutnya

Hari Ibu Tahun Ini

Time goes fast. Ga kerasa sudah hari Ibu lagi. Pagi-pagi Taj dah ngucapin met hari ibu n bilang mau ada kejutan hadiah buat ibu nanti. He..he.. kejutan kok bilang-bilang. Rasanya ga mau nginget-inget hari Ibu sama halnya dengan ultah, karena mengingatkan lagi akan perhatian n romantisnya Kakak.
Yasud deh, biar ga larut suasana sentimentilnya, saya posting aja lirik lagu Bunda-nya Melly Guslow, Taj suka lagu ini (juga Kakak dulu..hiks..). Teriring doa buat ibu2 saya n teriring ucapan Selamat Hari Ibu buat semua perempuan Indonesia (hari Ibu jangan identik dengan arti ibu yang melahirkan anak looh… inget awalnya kan Kongres Perempuan). … Selanjutnya

15 September Kami

Hari ini, jam 08.35, sepuluh tahun lalu, lahir bunga hati kami. Andaikan masih bisa memelukmu sekarang Nak. Meski kami sadar anak hanyalah titipan-Nya semata namun kepedihan ini belumlah sirna 100%. Kelahiran Kania 5 bulan lalu memang menghibur hati dan menyejukkan. Namun mimpi indah Ibu bersamamu masihlah terus diharap. Tenang dan rianglah selalu anakku, bermain-main di taman surga. Sesekali datanglah…pengobat rindu Ibu, meski sebatas mimpi.

Memory of Sept 15, 1999 – break on Apr 3, 2009Selanjutnya